Menko PMK, Muhadjir Effendy (F-istimewa)
Studio Tangkas - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan alasan kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19. Sebab, hal itu bergantung pada kondisi perkembangan COVID-19 di Tanah Air.
"Bahwa kebijakan-kebijakan pemerintah, kenapa harus selalu elastis dan disesuaikan keadaan. Di dalam kacamata orang dianggap selalu berubah-ubah. Sebenarnya ini tidak lepas dari keadaan perilaku dari COVID-19," kata Muhadjir dalam Diskusi Optimalisasi Peran Media Sosial Guna Mengembangkan Wawasan Kebangsaan, seperti dikutip dari siaran pers Kemenko PMK, Kamis (2/9/2021).
Muhadjir mengatakan banyak asumsi terkait COVID-19 yang dipatahkan
Muhadjir mengakui banyak asumsi kesehatan yang dibangun untuk menghadapi COVID-19, namun akibat perubahan perilaku virus corona, akhirnya berdampak pada perubahan kebijakan pemerintah.
Ia pun mencontohkan ibu hamil yang awalnya dianggap tidak mudah terkena COVID-19, yang akhirnya dibantah dengan banyaknya ibu hamil yang terpapar, dan tidak jarang bayi yang baru lahir tertular virus corona.
“Asumsi kita kalau semua sudah divaksin lebih dari 70 persen maka mereka yang belum divaksin akan terpagari oleh mereka yang sudah terjangkit maupun yang divaksin. Kenyataannya, jangankan yang belum divaksin, yang sudah vaksin pun bisa terserang COVID-19," kata Muhadjir.
Muhadjir mengatakan COVID-19 membuat Indonesia meningkatkan infrastruktur kesehatan
Menurut Muhadjir, hal ini menunjukkan teori herd immunity yang selama ini terbukti efektif menangani wabah sebelumnya, kini telah dipatahkan oleh COVID-19.
Oleh karena itu, lanjutnya, semua pihak harus benar-benar diberikan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya kebijakan yang tepat terkait penanganan virus mematikan ini.
“Kita harus menyadari COVID-19 ini telah menyadarkan banyak hal kepada kita, termasuk infrastruktur kesehatan kita yang masih kurang baik. Justru dengan COVID-19 ini kita bisa bergegas untuk membangun infrastruktur kesehatan kita, agar betul-betul bisa lebih andal di masa depan," kata Muhadjir.
Muhadjir meminta media sosial digunakan untuk berbagi informasi tentang penanganan pandemi
Lebih lanjut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menjelaskan, kehadiran teknologi digital di bidang Information and Communication Technology (ICT) yang melahirkan media sosial juga harus diberdayakan.
Muhadjir mengatakan dengan memanfaatkan seluruh media yang ada, dan termasuk jutaan pengguna internet di Indonesia, berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dalam penanganan COVID-19 bisa lebih masif dan efektif.
“Persoalannya, dalam kaitannya dengan teknologi digital ini ketimpangan masih terjadi dan terus melebar, terutama antara mereka yang berada di pusat kota dengan di wilayah pinggiran, tertinggal, dan pedalaman. Ini juga sebetulnya yang menjadi problem kita dan harus juga diselesaikan beriringan,” kata Muhadjir.

0 Comments