Sumber foto: BNPB
STUDIO TANGKAS - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan alasan pemerintah mempertahankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, dibandingkan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ketat, meski kasus COVID-19 terus melonjak akhir-akhir ini.
Menurut Wiku, ada beberapa pertimbangan yang harus diambil pemerintah saat memutuskan kebijakan terkait penanganan COVID-19 saat ini. Salah satunya adalah faktor sosial ekonomi.
“Banyak hal yang harus dipertimbangkan karena pada prinsipnya, keberlangsungan sektor kesehatan tidak bisa terpisahkan dengan sektor sosial ke masyarakat lainnya. Layaknya siklus yang saling berhubungan,” kata Wiku dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (15/6/2021).
Pemerintah akan fokus mengoptimalkan posko
Wiku mengatakan, PPKM mikro merupakan kebijakan pemerintah untuk mengendalikan kasus COVID-19 di masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah saat ini akan lebih fokus pada optimalisasi posko sesuai zonasi.
“Fungsi pencegahan, penanganan, dan pendukung harus dijalankan seimbang agar tujuan posko untuk menurunkan jumlah kasus di daerah dapat tercapai, termasuk penerapan micro lockdown di RT zona merah. Terkait dengan operasional aktivitas-aktivitas sosial kemasyarakatan telah ditetapkan beberapa pengetatan," katanya.
Pemerintah memperketat pembatasan kegiatan dalam lingkup kecil seperti RT/RW
Lebih lanjut, kata Wiku, pemerintah membatasi kegiatan di daerah dengan kasus tinggi. Namun pembatasan kegiatan dilakukan pada lingkup terkecil yaitu RT/RW.
“Jika kasus meluas, maka basis pembatasan akan menyesuaikan dengan area yang terdampak,” ujarnya.
Lonjakan kasus di beberapa daerah harus menjadi pelajaran bagi daerah lain
Terkait lonjakan kasus di beberapa daerah, kata Wiku, hal ini harus menjadi pelajaran bagi daerah lain. Lonjakan kasus tersebut juga harus menjadi evaluasi bagi pemerintah daerah dan pusat.
“Sepatutnya dijadikan pembelajaran bagi daerah itu dan daerah lain untuk evaluasi pengendalian di level komunitas, agar kenaikan kasus dapat dicegah menjadi lebih besar,” kata Wiku.


0 Comments